Berbagai Jenis Kayu dan Penggunaannya, Sudah Tahukah Anda?

Wednesday, 29 July 2020

Share

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
kayu jati, kayu jati belanda, kerajinan kayu jati, kayu jati jakarta, kayu jati putih
Jenis kayu dan penggunaannya

Banyak masyarakat yang menggunakan kayu sebagai bahan bangunan, furniture, hingga kerajinan tangan. Dari beberapa penggunaan tersebut, masyarakat dapat memilih jenis kayu yang sesuai dengan kebutuhannya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan jenis kayu yaitu lokasi penggunaan, kayu digunakan di dalam ruangan (indoor) atau luar ruangan (outdoor), selain itu, ketahui ruangan terasa lembab atau kering. Hal tersebut dapat mempengaruhi kekuatan pada kayu.

Berikut ini kami rangkum beberapa jenis kayu serta penggunaanya, diantaranya:

1. Kayu Kamper

Sumber: waterbasecoating.com

Kayu yang memiliki nama ilmiah Cinnamomum camphora berasal dari daerah tropis seperti asia tenggara. Di Indonesia, kayu kamper banyak ditemui di daerah Kalimantan, namun saat ini budidaya pohon kamper juga dilakukan di daerah lain.

Kayu kamper termasuk ke dalam kelompok kayu keras (hardwood). Tekstur serat kayu ini cenderung halus serta memiliki pola yang lurus dan agak bergelombang. Kayu ini memiliki warna merah muda. Bobot yang ada pada kayu kamper lebih ringan jika dibandingkan dengan kayu bangkirai dan kayu merbau.

Penggunaan kayu kamper banyak ditemukan dalam bentuk furniture seperti coffee table, kursi teras, jendela, pintu, dan sebagainya. Kayu kamper tidak tahan terhadap cuaca, sehingga penggunaan kayu ini disarankan hanya pada lokasi yang kering.

Sumber: tokopedia.com

 

Sumber: kusen-pintu-kayu.com

Jika ditempatkan pada daerah yang lembab, kayu kamper tidak akan bertahan lama. Sebaliknya, kayu kamper akan bertahan lama pada daerah yang kering. Tetapi, jika Anda menginginkan kayu kamper memiliki kualitas yang lebih baik, berikan pengawet tambahan pada kayu Anda.

Beberapa keunggulan yang dimiliki kayu kamper diantaranya:

  • Tahan rayap, kayu kamper mempunyai aroma yang khas, aroma tersebut tidak disukai oleh rayap serta serangga pengganggu lainnya
  • Tampilan warna dan serat kayu, memiliki warna yang kemerahan serta serat kayu yang halus membuat kayu kamper terlihat indah, sehingga tidak membutuhkan finishing
  • Mudah dibentuk, meskipun termasuk ke dalam kelompok kayu keras, kayu kamper tetap mudah dibentuk, sehingga pengrajin kayu dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat

Sedangkan kelemahannya yaitu

  • Mudah berubah bentuk. Hal ini dapat disebabkan karena kayu kamper terkena air serta umur kayu kamper yang sudah lama.
  • Proses penghalusan kayu membutuhkan waktu yang lama
  • Memerlukan pengawet tambahan agar tahan lama

 

2. Kayu Bengkirai

Sumber: rajawaliparket.com

 

Kayu Bengkirai atau biasa dikenal juga sebagai yellow balau merupakan kayu yang mudah ditemui di daerah Kalimantan, tepatnya pada hutan tropis. Di luar Indonesia, kita dapat melihat kayu bengkirai di beberapa wilayah Malaysia dan Filipina.

Daya tahan yang dimiliki oleh kayu bengkirai jika ditempatkan pada lingkungan yang lembab, hanya mampu bertahan selama 5-8 tahun. Namun, jika ditempatkan pada daerah yang kering, kayu bengkirau akan bertahan lebih lama.

Kayu ini termasuk kedalam golongan kayu keras (hardwood), dan memiliki warna kuning kecoklatan. Tekstur halus dan juga kasar dimiliki oleh kayu bengkirai. Dibandingkan dengan kayu jati, kayu ini memiliki bobot yang lebih berat. Berada pada tingkat kekerasan yang tinggi, kayu bengkirai mudah mengalami keretakan. Jika keretakan sudah terjadi anda dapat memperbaiki dengan cara menutupi dengan dempul atau woodfiller.

Keunggulan yang terdapat pada kayu bengkirai yaitu

  1. Memiliki kekuatan yang baik
  2. Mudah diolah, walaupun termasuk dalam jenis kayu keras, kayu bengkirai dapat diserut, diukir, dan dipotong dengan mudah
  3. Warna estetik, hal ini karena dikarenakan warna kayu yang kuning kecoklatan dapat menambah tampilan natural yang alami
  4. Tahan terhadap serangan rayap

Sedangkan kelemahannya yaitu:

  1. Tidak tahan panas
  2. Mudah mengalami keretakan

Beberapa penggunaan kayu bengkirai dapat ditemukan pada kusen, jendela, decking, dan sebagainya

Sumber: jualankayu.com

3. Kayu Sungkai

Sumber: bramblefurniture.com

Kayu sungkai memiliki nama ilmiah Peronema canescens banyak ditemukan di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Di Indonesia, kayu sungkai tersebar ke beberapa provinsi, seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, serta hampir seluruh wilayah Kalimantan.

Tergolong kedalam kayu keras, kayu sungkai memiliki tekstur yang agak kasar. Lalu, arah serat yang dimiliki lurus, tetapi kadang bergelombang. Tampilan warna kayu cenderung terang kekuningan.

Untuk penggunaan dalam waktu yang lama, tempatkan kayu sungkai pada daerah yang kering, serta terlindungi dari air, angin, dan cuaca. Jika berada di daerah yang lembab, kayu sungkai hanya bertahan maksimal selama 3 tahun.

Banyaknya penggunaan kayu sungkai dapat dikarenakan beberapa keunggulannya, yaitu:

  1. Proses pengolahan yang mudah
  2. Memiliki tampilan serat yang indah, sehinggga dapat difinishing dengan cat transparan

Kelemahan

  1. Tidak tahan terhadap perubahan cuaca
  2. Mudah terserang rayap
  3. Tidak tahan air
  4. Memiliki permukaan yang kesat
  5. Memiliki daya retak yang tinggi

Beberapa contoh penggunaan kayu Sungkai yaitu digunakan untuk jembatan, tiang, hingga furniture

Sumber: bramblefurniture.com

 

4. Kayu Jati Muda

Sumber: antiserangga.com

Kayu jati yang memiliki nama ilmiah Tectona grandis merupakan salah satu jenis kayu yang ada di Indonesia. Beberapa daerah yang memiliki budidaya kayu jati yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan lainnya.

Kayu jati tergolong dalam jenis kayu keras (hardwood). Berdasarkan usianya, kayu jati dapat terbagi menjadi dua, yaitu kayu jati tua dan kayu jati muda. Walaupun kayu jati dikenal sebagai kayu yang kuat, ternyata yang memiliki kualitas terbaik hanya kayu jati tua.

Kayu jati muda umumnya berumur 5-7 tahun. Kayu ini memiliki serat yang besar, serta tekstur permukaannya cenderung bergelombang. Berbeda dengan warna kayu jati tua, kayu jati muda memiliki warna yang putih. Lalu, kandungan minyak yang terdapat pada kayu jati muda hanya sedikit, hal ini dipengaruhi oleh usianya yang masih muda. Kandungan minyak yang sedikit dapat membuat kayu jati muda tidak tahan dari serangan rayap.

Banyaknya penggunaan kayu jati muda dikarenakan oleh jumlah kayu jati tua yang sudah berkurang dan pertumbuhan pohon jati yang memakan waktu lama.

Penggunaan kayu jati muda tentunya tidak sama dengan kayu jati tua. Kayu jati muda tidak disarankan digunakan untuk konstruksi, karena tidak terlalu kuat. Walaupun diberikan beberapa perlindungan, kayu jati muda hanya dapat digunakan untuk furniture saja.

Sumber: antiserangga.com

Dari beberapa kayu diatas, kayu mana yang mau Anda coba gunakan?

Share

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Tentang Author

Secured By miniOrange